[Review Novel] Recalling The Memory - Sheva


Judul Buku : Recalling the Memory
Pengarang : Sheva
Penerbit : Bentang Belia
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : vii + 264

—BLURB—

Sofia hanya tahu satu cita-cita, bermain piano. Namun, ayahnya hanya tau satu tujuan, menjadikan Sofia pengacara. Gadis itu sudah menyerah, hingga ia bertemu Romi yang membuatnya jadi lebih berani mengikuti kata hati. Mereka sepakat untuk membuat demo bermain piano empat tangan demi mendapat beasiswa kuliah musik di Amerika. Sofia sangat menikmati saat-saat berlatih bersama Romi di Ruang Musik sekolah. Alunan indah nada piano dari keempat tangan mereka membuat Sofia lupa akan kesedihannya.

Sayangnya, ada dua fakta yang tak boleh dilupakan Sofia. Saat hatinya mulai merasakan desir aneh ketika berada di dekat Romi, ia harus ingat bahwa Romi telah memiliki Kikan. Saat semangat mengejar impiannya mencapai puncak, ia harus ingat bahwa ayahnya tak akan merestui. Patah hati Sofia terasa berkali-kali lipat lebih sakit. Akan bagaimanakah ia mengatasinya?

"Kamu selalu mengira-ngira. Kamu lupa kalau kamu bisa salah." [hlm. 2]
Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama, Sofia. Sofia adalah anak SMA kelas 3 yang akan menempuh pendidikan tinggi. Gadis yang bercita-cita menjadi seorang pianis ini memiliki sahabat bernama Jihan dan Saras. Ia selalu bermain piano di Ruang Musik sekolahnya. Hanya saja, Sofia memiliki sifat yang tidak percaya diri yang membuatnya ragu untuk mewujudkan mimpinya.

Untungnya, ia bertemu dengan Romi. Laki-laki yang ia ketahui bisa bermain gitar, ternyata juga bisa bermain piano. Sosok laki-laki yang selalu berpikiran positif, dan punya kemauan yang tinggi.
"Hei, Sof. You know what they say? Great minds think alike." [hlm. 35]

Cerita ini dibuka tentang pengenalan Sofia dan pertemuannya pada Romi di Ruang Musik. Untuk meyakinkan ayahnya bahwa mimpinya menjadi pianis tidak seburuk yang ayahnya pikirkan, Sofia pun akan mengambil beasiswa di Juilliard bersama Romi. Jika ada kesempatan, ia selalu latihan bermain piano bersama Romi. Di sinilah awal kedekatan mereka bermulai.

Setelah menghabiskan waktu latihan bermain piano bersama Romi, Sofia akhirnya ketahuan oleh papanya sendiri. Segigih apapun Sofia mencoba untuk memperjuangkan mimpinya kepada ayahnya, tetap saja ayahnya melarang Sofia menjadi pianis dan tetap menjadikan Sofia sebagai pengacara untuk membantu ayahnya.

Sofia juga menyimpan rahasia tentang Kikan dan ia sendiri tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengatakannya pada Romi.

Selain itu, Sofia mendapat kabar bahwa Romi mendekatinya hanya karena kakaknya bermasalah dan Romi butuh bantuan pengacara. Kebetulan ayahnya Sofia seorang pengacara.

Lalu, apa langkah yang harus Sofia lakukan? Akankah dia menyerah terhadap mimpinya? Apa rahasia Kikan yang disembunyikan Sofi? Dan bagaimana perasaannya terhadap Romi?

"'Coba dulu.' Dua kata itu selalu kita sepelakan. Padahal, dua kata itu mampu membawa kamu selangkah lebih dekat dengan mimpi kamu." [hlm. 73]

Sebelumnya, aku benar-benar suka banget sama covernya. Warna biru pastel dengan gambar polaroid di tengah-tengahnya. Menggambarkan sepotong kisah di masa lalu yang indah.

Cerita ini benar-benar buat aku selalu mempertanyakan tentang mimpiku sendiri. Apa yang sudah kuperbuat untuk mimpiku?

Apalagi, pasti rasanya menyenangkan bertemu seseorang seperti Romi. Selalu mendukung penuh dan memberikan kata-kata berupa dorongan agar kita pun tidak 'maju-mundur' terhadap mimpi kita sendiri.

Selain tentang mimpi, cerita ini juga dipenuhi dengan persahabatan manis antara Sofia dan sahabat-sahabatnya, dan juga konflik antara Sofia dengan ayahnya. Jujur, aku benar-benar puas banget sama novel ini, karena benar-benar menceritakan tentang anak remaja dan bahkan kisah cinta saja dibuat tidak mencolok.

Rate: 4/5

p.s: Hasil review ini sebelumnya sudah kupublish di akun instaragramku. Bisa dicek di @aciacika if you interesting. :)

Comments